News Update | October 04, 2016 at 12:20 PM post by aiskai (view 821)

KOTA Manado mengalami deflasi lagi pada September 2016 lalu, sama seperti 24 kota lain di Indonesia dari 82 kota yang disurvei BPS.  Kelompok bahan makanan pun menjadi penyumbang terbesar deflasi di Manado ini. Deflasi juga terjadi pada bulan Agustus 2016 lalu.

Dalam rilisan yang disampaikan BPS Sulut pada 3 Oktober 2015, menyebutkan perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan September 2016 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,68 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 124,87 pada bulan Agustus 2016 menjadi 124,02 pada bulan September 2016. Sampai dengan bulan September 2016 ini, inflasi tahun kalender (September 2016 terhadap Desember 2015) sebesar -0,94 persen atau mengalami deflasi. Inflasi “year on year” (September 2016 terhadap September 2015) yaitu sebesar 2,28 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks pada satu kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,56 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang lain mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,17 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen serta transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,57 persen.

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain tomat sayur, cakalang/sisik, cabai rawit, kembang kol, ekor kuning, daun bawang, angkutan udara, bawang putih daging ayam ras, kentang dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tarif pulsa ponsel, jeruk nipis/limau, tarif listrik, bahan bakar rumah tangga, minuman ringan, pisang, buncis, minyak goreng, roti manis, seng dan lain-lain.

Andil inflasi masing-masing kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,8516 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0139 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0499 persen; kelompok sandang sebesar 0,0010 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0105 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0038 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0907persen. (ril)