Tourism and Culture | November 12, 2016 at 05:34 AM post by aiskai (view 1167)

Kota Tomohon tak hanya dikenal sebagai kota Bunga yang rutin menggelar TIFF (Tomohon International Flower Festival) saja. Tapi, Tomohon juga mengoleksi sejumlah destinasi wisata geologikal dan geothermal yang khas. Semuanya pun tersebar di berbagai tempat di kota Tomohon dan relatif mudah dijangkau. Asyiknya lagi, berbagai lokasi geowisata itu pun dijelajahi dalam paket tur satu hari saja.

Tim Expose Manado pun secara khusus merancang paket tur geowisata Tomohon dan kemudian mengunjungi destinasi itu satu per satu. Hasil jelajah geowisata Tomohon ini kemudian disajikan bersambung pada bagian keempat ini.

Wisata pemandangan dari Bukit Temboan (foto dok vr).

 

MASIH di sekitar Rurukan, ada dua lokasi wisata yang sudah kami rencananya untuk dikunjungi. Satu lokasi tergolong masih baru, bahkan masih dalam proses pegerjaan, sedangkan satunya lagi lokasinya sudah cukup lama. Dua lokasi ini pun kerap dijadikan sebagai pilihan untuk wisata pemandangan.

Lokasi pertama yang dituju adalah puncak Rurukan, begitu banyak orang menyebutnya. Di sini kami berencana ingin menikmati pemandangan tanah Minahasa dari ketinggian. Apalagi lokasi ini berada di area puncak melebihi beberapa bukit lain di Tomohon, sehingga kita bisa menyaksikan pemandangan dari banyak sisi.

Hanya saja, waktu itu, ketika kami hendak masuk ke area itu, lokasinya masih dalam tahap pengerjaan. Kami pun memilih untuk tidak masuk ke lokasi. Apalagi ada tanda pemberitahuan untuk tidak masuk ke tempat ini, karena dalam tahap pengerjaan. Meski sebenarnya kami ‘diizinkam’ untuk masuk, walau hanya sekadar melihat-lihat sejenak.

Kami sepakat untuk tidak mengganggu aktivitas para pekerja. Selain itu, kami lebih suka menunggu lokasi wisata ini sudah selesai dikerjakan dan dibuka untuk umum. Apalagi ‘konon’ disebut-sebut di sini akan dibangun lokasi kelas dunia, sehingga sangat elok kiranya kami sabar menanti, agar bisa benar-benar menikmati destinasi wisata di Tomohon ini.

Karenanya, kami pun melanjutkan ke lokasi kedua, yaitu Bukit Temboan. Dengan sedikit memberi uang partisipasi, pengunjung pun bisa menikmati fasilitas yang ada di tempat ini, serta tentunya pemandangan indah dan memesona dari atas ketinggian Rurukan. Dan sepertinya di sini menjadi titik menarik bagi penggemar  wisata pemandangan, sekaligus sebagai salah satu spot pemotretan, serta ajang berekspresikan diri melalui swa-foto.

Asyiknya lagi, dari sini pegunjung bisa menikmati beberapa tempat ‘ter’ di Sulut. Misalnya, bisa menyaksikan danau terluas di Sulut, yaitu Danau Tondano. Kemudian gunung tertinggi di Sulut, yaitu Gunung Klabat. Lalu, Selat Lembeh yang menjadi selat tercantik di Sulut, selat dengan aktivitas lalu-lintas laut terpadat di Sulut, atau selat tersempit (hanya 1-2 km) namun teramai, sekaligus menjadi selat terbanyak perannya bagi sosial ekonomi kemasyarakatan di Sulut.

Dan dari bukit ini pula semua bentang alam, bisa terlihat dan terwakili, bentang alami seperti gunung dan perbukitan, danau dan sungai, pesisir dan laut, serta pulau, hingga bentang buatan seperti perkebunan, jalan, dan pemukiman penduduk.

Ditambah lagi, di tempat ini cuaca cepat sekali berubah, apalagi bila datang ke tempat ini pada musim penghujan. Siang yang terik, misalnya, bukan berarti akan terang terus, karena tiba-tiba saja area ini berkabut, atau tertutup awan. Lalu, tak lama kemudian turun hujan. Dan tak lama setelah hujan, beberapa jenak saja cuaca cerah tanpa awan dan langit terlihat terang benderang.

Ketika menikmati panorama kebumian ini, pengunjungi pun bisa menyantap sajian kuliner yang bisa dipesan di kafetaria. Dan kami, tim Expose Manado, memilih tempat ini untuk makan siang. Tak ketinggalan pula dengan udara yang sejuk ditambah dinginnya terpaan angin pegunungan, minuman hangat seperti kopi dan teh, ditemani gorengan pisang plus dabu-dabu, menjadi menu yang tak bisa ditolak untuk dihabisi. (bersambung/ak)