Bussines | August 31, 2016 at 08:44 PM post by admin (view 1117)

Setiap malamnya warung  makan Afisha, gerai spesialis ikan bakar yang di kelola Nasir Yusuf (40) menghabiskan 200 Kg ikan.  Pengunjungnya banyak dan datang dari berbagai kalangan. Tak jarang mereka yang menggunakan mobil pribadi  harus rela mengelilingi pasar sampai beberapa kali untuk mendapatkan tempat parkir. Maklum lokasi warung makan  ini berada di belakang pasar Bersehati bertumpuk sesak dengan para pedagang  pasar  yang menggelar dagangannya di malam hari.

Berbagai jenis ikan segar bisa ditemui di  di warung  ini. Pengunjung pun bebas memilih sendiri ikan yang akan dipesan. Ikan-ikan itu tersusun rapi di dalam kotak sterofoam yang ditempatkan di bagian depan warung. Mulai dari Tude, Oci,  Cakalang, Tuna, Tindarung yang sangat digemari, sampai dengan ikan  Bobara, Baronang, Kakap, Kerapu Tikus yang tergolong ikan "Mahal". Tapi jangan salah, harga ikan disini sangat bersahabat. Untuk jenis ikan "mahal" tadi, anda hanya  cukup mengeluarkan uang sekitar 40-80 ribu rupiah untuk setiap ekornya sudah termasuk nasi dan kangkung cah. Sebagai perbandingan, anda akan mengeluarkan ratusan ribu rupiah jika anda memesannya  di  restoran atau rumah makan besar untuk jenis ikan yang sama.

Di lokasi ini terdapat beberapa warung makan  serupa dan harganya relative sama. Biasanya mereka membuka gerainya pada pukul lima sore dan tutup jam tiga dini hari setiap harinya. Pengunjung akan membludak menjelang malam. Tak jarang pengunjung harus mengantri untuk mendapatkan tempat duduk.

Yudha Hendrawan (40), Branch Manager salah satu perusahaan otomotif di Manado yang sempat ditemui  tim Expose Manado di lokasi mengakui bahwa pusat kuliner ikan bakar di pasar Bersehati ini adalah salah satu tempat makan favoritnya. Sesekali  ia mengajak rekan kantor atau relasi bisnisnya untuk menikmati lezatnya ikan Bakar disini.

"Soal cita rasa, tempat ini tak kalah dengan resto atau rumah makan ternama di Manado.  Sungguh luar biasa. Sambalnya khas Manado, pedas tapi enak". Tutur Yudha yang sudah 4 tahun menetap di Manado.

Ya, soal cita rasa memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun berada di tempat yang terkesan sederhana, tapi rasanya mampu membuat lidah bergoyang. Setiap  warung punya ciri khas untuk sambalnya. Tak heran masing-masing warung tersebut sudah mempunyai pelanggan tetap yang  merasa cita rasa sudah klop dengan lidahnya.

Selain sambalnya yang enak, ikan disini juga terkenal gurih.  Ikan-ikan yang dijual disini adalah ikan segar. Setiap harinya ada pemasok yang mengantarkan kesini.

Lewat tengah malam jangan disangka pusat kuliner ini akan sepi.  Airin (28) , pemilik warung Aikana  mengakui kebanyakan pengunjung yang datang diatas tengah malam adalah adalah anak-anak muda yang pulang dari tempat hiburan.

"Tempat ini biasanya jadi tujuan terakhir sebelum mereka pulang ke rumah. Sebagian dari mereka telah menjadi langganan tetap kami" Tutur wanita yang murah senyum itu.

Bagi anda yang penasaran dan ingin menikmati  sajian ikan bakar di tempat ini, segeralah berkunjung. Pusat kuliner ikan bakar ini terletak bagian belakang Pasar Bersehati . Tak jauh dari Pusat Kota. Tepatnya di daerah Calaca. Untuk menjangkaunya, anda bisa menggunakan angkutan umum jurusan Tuminting atau Wonasa yang melintas di Pasar Bersehati. Tapi jika larut malam, sebaiknya anda menggunakan kendaraan pribadi, taksi atau ojek, karena angkutan umum yang melintasi lokasi ini biasanya hanya sampai jam 9 malam.(ink)