Inspiring Figures | September 02, 2016 at 09:30 AM post by yehabe (view 1676)

TOPI fedora selalu menemani kunjungan kerja Mr Oscar G.Orcine, Konjen Filipina di Manado Sulawesi Utara. Warna putih favoritnya. Beberapa kali bersua diacara resmi dan santai, topi fedora tak lepas dari kepalaKonjen (begitu kami menyapanya,red). “Ini ciri khas saya. Saya suka dengan topi. Saya punya ratusan topi yang saya beli dari beberapa negara tempat saya bekerja. Ada di Moscow, Riyadh, New Delhi, Hongkong dan lainnya,”kata Orcine saat menyambut tim Expose Manado di ruang kerjanya di Kantor Konjen Filipina di Jl 17 Agustus Manado, Sulawesi Utara.

Bagi Konjen, Kota Manado adalah kota yang paling berkesan dibandingkan dengan negara-negara lainnya tempat dia ditugaskan negaranya. “Di Manado yang paling saya suka. Feel like at home. Karena hampir tidak ada perbedaan antara Manado dan Philippina. Seperti makanannya. Saya paling suka ikan di sini. Enak dan murah dibandingkan di negara saya. Dan tentu saja masyarakatnya yang welcome,”ujarnya sambil tertawa.


Mr Oscar G.Orcine bersama Editor in Chief Expose Manado, Hesty Sondakh (Foto: Ronald Marcus)

Ada beberapa hal yang tengah dirintis pemerintah Philippina dengan pemerintah Indonesia khususnya Sulawesi Utara. Misalnya kata dia, membuka kembali penerbangan Manado-Davao yang pernah ada. “Kita berharap rencana ini terealisasi. Mengingat ada banyak warga kami yang ada di Kota Bitung. Begitu pun sebaliknya ada banyak masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Utara yang ada di Philippina,”ujarnya sembari memuji kekayaan alam yang dimiliki Sulawesi Utara terlebih kekayaan bahari. “Saya pikir pemerintah Indonesia harus memperhatikan dan menseriusi Sulawesi Utara. Karena pintu masuk ke Asia Pasifik itu ada di Kota Bitung. Pelabuhan Bitung saya kira akan berkembang pesat jika pemerintah Indonesia menyeriusi hal ini,”pungkas Konjen diakhir bincang sore kami sambil ngopi bersama.(*)