Lifestyle | September 06, 2016 at 08:00 AM post by yehabe (view 1032)

TENIS lapangan telah menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) populer dan digemari banyak orang. Tenis telah menjadi arena penyaluran bakat dan hobby dari berbagai lapisan masyarakat. Sebagian menjadikannya untuk mencapai prestasi bahkan kalau bisa menjadi murni pemain profesional. Namun sebagian lagi menjadikannya sebagai media menjaga kebugaran demi kesehatan sekaligus bersosialisasi dengan teman-teman yang mempunyai kesamaan kegemaran.

Komunitas tenis Sario adalah komunitas yang terbentuk secara non formal. Komunitas tempat berkumpulnya insan-insan yang mempunyai kesamaan hobi, kesamaan kegemaran. Ingin sehat, ingin bugar dan bukan lagi peningkatan prestasi menjadi tujuan utamanya. Anggota komunitas juga berasal dari lintas profesi, lintas budaya, lintas agama lintas usia dan tingkat pendidikan. Sangat universal memang. Ada yang berasal suku Aceh, Jawa, Toraja, Sulteng, Ternate, Ambon, Mongondow, Siau/Satal, Minahasa. Sangat berwarna-warni. 

Juga berasal dari berbagai profesi seperti para dosen /pejabat di perguruan tinggi (sebagian besar), pejabat eksekutif (Kadis, Kajari) Bankers,  Kepolisian RI, Pengusaha, BUMN, ATC Bandara, pensiunan dan para coach tenis.

Latar belakang pendidikan anggota komunitas juga sangat bervariasi, mulai dari Strata 3 (bahkan Guru Besar-Profesor), S2, S1 sampai dengan yang hanya tamatan SD. Semua berbaur menjadi satu, bebas dari status sosial.

Anggota Komunitas Tenis Sario berasal dari berbagai latar belakang.

Waktu berkumpul cukup banyak. Sebagian besar meluangkan waktu 4 kali dalam seminggu menuju ke Sario. Hari Sabtu pagi, sepertinya menjadi wajib dari komunitas untuk berkumpul, bermain bersama sekaligus menikmati “tinutuan”, jagung rebus secara bersama. Bahkan untuk mempererat komunitas, diadakan arisan uang Rp100 ribu setiap bulan.  Sebulan sekali diadakan kegiatan yang diberi nama Monthly Friendly Game (MFG), sesama anggota saling bertanding dengan pasangan yang diundi.  

Sejak dua tahun yang lalu secara rutin MFG ini dilaksanakan. Awal January diadakan MFG Special Christmas yang diawali dengan Ibadah Syukur. Kemudian pada 8 Pebruari yang lalu, bertepatan dengan Perayaan Imlek, dilaksanakan MFG Special Imlek. Sebanyak enam belas pasangan turut serta bertanding, dibagi dalam empat pool. Cukup meriah, peserta banyak, penonton juga banyak pemain bersemangat. Juara tidaklah menjadi penting atau tujuan. Yang penting semua akrab, senang dan sehat. Sekaligus juga menjadi media refreshing dari segala kesibukan bagi sebagian besar anggota yang super sibuk.

Para pencinta tenis di kota Manado dan sekitarnya yang ingin bergabung, silahkan datang ke Lapangan Tenis Sario pada hari Sabtu pagi dan silahkan bergabung. Pengurusnya tidak secara formal dalam struktur organisasinya, tapi Ronny Assa, MM, mantan Widyaiswara Kementerian Keuangan,  digadang sebagai Koordinator Pelaksana. Para pembina antara lain, Prof DR Dody Sumajouw, DR Ronny Maramis, Robert Ilat, MH. Serta diayomi Pengurus PELTI Kota Manado dibawah pimpinan Ir Recky Philips Sondakh sebagai ketua dan Sany Jasin MT sebagai sekretaris. (carla)