Tourism and Culture | September 12, 2016 at 03:06 PM post by aiskai (view 1216)

INI salah satu lokasi menarik bagi mereka yang ingin mengetahui dan mempelajari seni tradisional Minahasa. Namanya Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma’zani Minahasa yang berada di Kota Tomohon. Lokasi ini pun belakangan menjadi salah satu destinasi wisata yang direkomendasikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tomohon.

Bagi siapa saja yang ingin belajar dan mengetahui alat musik tradisional Minahasa, silahkan datang RBN Wale Ma’zani. Di sini banyak hal yang bisa dipelajari untuk mengenal lebih dekat mengenai alat musik tradisional Minahasa, khususnya kolintang. Bahkan dari sinilah kolintang aktif diperkenalkan, tampil kian memesona dan mendunia.

Pendiri Wale Ma’zani adalah Joudy Aray, yang dikenal sebagai pemusik handal dan pemilik bengkel kolintang. ‘’Saya ingin banyak generasi muda Sulut belajar dan tahu memainkan musik kolintang,’’ kata Joudy, ketika dijumpai Manado Expose di Wale Ma’zani, beberapa waktu lalu. Dia pun terinspirasi oleh sanggar kesenian Saung Angklung Mang Ujo di Bandung, sehingga kemudian Joudy mendirikan Wale Ma'zani Minahasa.

Kini, upaya dari Joudy Aray semakin berbuah manis. Musik kolintang semakin dikenal luas, dipentaskan di luar Sulut, bahkan di luar negeri. Selain itu, banyak pula anak-anak bimbingnya, yang berasal dari berbagai sanggar musik dan sekolah di Tomohon, memainkan musik kolintang ini menjadi sangat menarik dan memesona, serta makin disukai banyak orang.  Sejumlah sanggar musik di Tomohon juga kerap tampil di berbagai event lokal, nasional, bahkan internasional.

Wale Ma'zani yang berarti "rumah berbunyi", mulanya adalah sanggar musik dan bengkel kolintang yang berada di Tomohon. Dan seiring dengan waktu, Wale Ma’zani semakin berkembang, banyak anak-anak, remaja, bahkan dewasa, yang datang ke Wale Ma’zani untuk belajar kolintang. Bahkan kemudian melalui rekomendasi Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara, pada 2012, mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang kemudian bertambah namanya menjadi Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma'zani Minahasa.

Dengan upaya dan kerja keras dari Joudy Aray, lokasi RBN Wale Ma’zani juga terus berkembang. Kini RBN Wale Ma’zani menempati areal lahan seluas 2 hektare, di dataran tinggi Tomohon yang sejuk.

Yang menjadi keunggulan RBN Wale Ma’zani ini adalah karena tempat ini menjadi lokasi pengembangan seni tradisional Minahasa secara terintegrasi. Yaitu, ada bengkel produksi alat musik, tempat latihan dan pelatih, panggung untuk pertunjukkan, galeri seni, serta saat ini dilengkapi fasilitas penginapan. Selain itu, di sini juga terdapat taman, area hutan dengan tanaman khas , dan tersedia lahan parkir yang cukup luas. (aka)