Tourism and Culture | September 19, 2016 at 01:23 AM post by aiskai (view 1088)

KUBUR tebing batu yang ditemukan di Dumoga, ternyata sudah lama ‘dikeramatkan’ oleh sebagian penduduk setempat. Karenanya, meski tahu keberadaan kubur tebing batu ini, namun tak ada yang mau datang ke tempat ini.
Menurut cerita penduduk setempat, yang menjadi pemandu tim peneliti, banyak warga yang percaya kalau lokasi kubur tebing batu itu punya tuah. Orang tak boleh sembarangan datang ke tempat ini, karena bisa ditimpa musibah. Karenanya, umumnya warga takut untuk datang ke lokasi kubur tebing batu ini.
Cerita keangkeran lokasi ini pun sudah berlangsung lama dan melekat turun-temurun. Mitos yang berkembang ini pun, tak terelakkan ikut membantu keberadaan situs ini terjaga dari kerusakan oleh ulah orang tak bertanggung-jawab.
Seperti diberitakan, Expose Manado, bahwa di Sulut ternyata memiliki kubur tebing batu, seperti yang di Toraja. Situs kubur tebing batu ini ditemukan di Dumoga, tepatnya di Desa Toraut Barat, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow. Ada lima situs yang ditemukan, yang tersebar di empat lokasi berbeda, yaitu Binuanga, Kosinggolan, Luod, serta Tumpa I dan Tumpa II. Semua situs kubur tebing batu ini berdekatan dengan aliran sungai atau sumber air.
Untuk sampai ke situs-situs ini pun harus ditempuh dengan berjalan kaki dari pemukiman penduduk. Lama perjalanan mulai dari setengah jam (situs Tumpa) hingga tiga jam (Luod, Binuanga, dan Kosinggolan), yang melewati kebun maupun hutan.
Namun sampai dan melihat dari dekat kubur tebing batu ini, tak bisa sembarangan orang. Pasalnya, posisi lubang kubur tersebut  berada di tebing batu yang curam dengan sudut yang bisa mencapai 90 derajat, sehingga sulit dijangkau.  Untuk memanjat ke kuburan tebing ini pun  dibutuhkan standar peralatan yang aman. (ak)