Tourism and Culture | September 20, 2016 at 01:20 PM post by aiskai (view 1486)

Hanya sedikit saja orang yang sudah pernah sampai ke lokasi kubur tebing batu ini. Untuk sampai ke tempat ini memang butuh persiapan khusus. Dari Manado, ibukota provinsi Sulut, butuh waktu lebih lima jam berkendara untuk sampai ke Dumoga, tepatnya di Desa Toraut Barat, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kemudian untuk sampai ke lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki, dari 30 menit hingga tiga jam, bahkan lima jam dari pemukiman penduduk.

Lalu bagaimana kondisi kubur tebing batu ini? Berikut paparan masing-masing kubur tebing batu tersebut.


Kubur Batu Binuanga

Kubur tebing batu Binuanga terletak pada koordinat 00º3425.9” LS dan 123º5401.6” BT. Lokasinya berada di ketinggian 225 m dpl. Berada di tebing batu yang terjal, yang jaraknya hanya sekira 25 meter dari sungai Binuanga.

Kubur tebing batu Binuanga.   (foto BPCB Gorontalo)

Untuk mencapai lokasi situs ini, dari pemukiman Desa Toraut dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam. Cerita dari penduduk setempat,  dahulu ditemukan adanya rangka manusia dan tengkorak pada lubang-lubang tersebut, namun saat ini sudah tidak ada lagi.

Menurut penduduk sekitar, dahulu terdapat 36 kubur batu di Situs Binuanga, namun sekarang tersisa 17 kotak kubur batu. Adanya tanaman liar dan semak belukar memang telah  menutupi kubur batu ini. Akar dari tanaman liar dan semak belukar dapat menyebabkan kerusakan kubur batu.


Kubur Batu Tumpa

Kubur tebing batu Tumpa, terletak pada koordinat  00º3424.0”LS dan 123º5404.0”BT. Lokasinya  berada di ketinggian 227 m dpl. Situs kubur tebing batu Tumpa relatif paling dekat lokasinya dengan pemukiman penduduk, yaitu dari bendungan Toraut hanya butuh sekira 30 menit jalan kaki sudah sampai ke situs ini.

Kubur tebing batu Tumpa I.  (foto BPCB Gorontalo)

Di lokasi kubur tebing batu Tumpa, ini terdapat dua situs yang kemudian dinamakan Batu Tumpa I dan Batu Tumpa II. Pada Batu Tumpa I terdapat enam kotak kubur batu, sedangkan Batu Tumpa II terdapat dua kotak kubur batu.

Kubur tebing batu tumpa II. (foto BPCB Gorontalo). 


Kubur Batu Luod

Situs Luod berada di koordinat 00º3332,5”LS dan 123º5031,0”BT dengan ketinggian 225 mdpl. Untuk sampai ke sini, dari pemukiman penduduk desa Toraut, butuh waktu sekira lima jam dengan berjalan kaki.

Lokasi kubur tebing batu ini berdekatan dengan sungai Luod. Sebagian besar kubur batu sudah tertutup tanah karena tebing batuannya rapuh. Dan saat ini, kondisi yang masih dapat diidentifikasi ada 20 kubur batu. 

Kubur tebing batu Luod.  (foto BPCB Gorontalo)

Lubang yang ada di lokasi berukuran besar-besar, bahkan salah satu lubang bagian dalamnya sangat luas dan panjang. Lubang yang besar ini pada salah satu dinding bagian dalam terdapat simbol tumbuhan seperti lambang bulir padi.


Kubur Batu Kosinggolan

Situs kubur batu Kosinggolan berada pada koordinat koordinat 00º3211,5”LS dan 123º5041.7”BT dengan ketinggian 433 mdpl. Situs ini pun berdekatan dengan sungai Kosinggolan.

Kubur tebing batu Kosinggolan.  (foto BPCB Gorontalo)

Untuk sampai ke situs ini, dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga  jam dari desa Toraut. Situs Kosinggolan merupakan situs kubur batu dengan ketinggian antara 50 m dari permukaan tanah. Terdapat 19 kotak kubur batu dengan berbagai macam ukuran. Pahatan lubang ini dibuat segi empat dengan cukup rapi yang tersusun di tebing. (irfan/ak)