Tourism and Culture | September 22, 2016 at 09:35 AM post by aiskai (view 856)

KEBERADAAN kubur tebing batu di Dumoga sudah lama diketahui. Bahkan penelitian arkeologi terus dilakukan setiap tahun, sejak dilakukan pertama kali oleh Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala Makassar pada 1992. Balai Arkeologi Manado (Sulut) sudah melakukan penelitian pada tahun 1996,  2012, 2013, 2014, dan 2015, serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo tahun 2014.


Dari penelitian yang sudah dilakukan, teridentifikasi total ada 59 lubang di empat lokasi kubur tebing batu tersebut. Lubang kubur terbanyak terdapat di situs kubur batu Luod yaitu 20 lubang, kemudian kubur baru Binuanga 17 lubang, kubur batu Kosinggolan 16 lubang, serta kubur batu Tumpa II empat lubang, dan Tumpa I ada dua lubang.


Ukuran masing-masing lubang kubur ini pun bervariasi. Ada lumayan besar dan cukup ‘luas’, namun ada pula yang berukuran kecil dan ‘sempit’. Bahkan ada lubang yang bisa dimasuki oleh peneliti dengan leluasa.


Misalnya, di situs kubur batu Luod ukuran terbesarnya adalah  berpanjang 235 cm, lebar 317 cm, dan tinggi 80 cm. Lubang ini juga merupakan lubang terbesar ukuran isinya dibandingkan semua lubang kubur batu yang ada. Sementara ukuran terkecil di kubur batu Luod berpanjang 70 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 40 cm.


Kemudian di kubur batu Binunga, ukuran terbesar adalah berpanjang 295 cm, lebar 130 cm, dan tinggi 92 cm, sedangkan terkecil berukuran 100 cm, lebar 13 cm, dan tinggi 62 cm.  


Selanjutnya,  di kubur baru Kosinggolan, lubang terbesar berukuran panjang 210, lebar 60 cm, dan tinggi 56 cm, sedangkan lubang terkecil ukuran panjangnya 80 cm, lebar 18 cm, dan tinggi 42 cm.


Dan khusus di kubur batu Tumpa, lubang terluas ada situs Tumpa I dengan panjang 170 cm, lebar 96 cm, dan tinggi 57 cm, sedangkan terkecil juga di Tumpa I dengan panjang 110 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 32 cm. Di situs batu Tumpa juga terdapat lubang yang sudah runtuh sehingga tak bisa diukur tingginya. Masih situs Tumpa I juga terdapat ‘tanda’ pahatan, yang diperkirakan sebagai lubang yang baru hendak dibuat. (ak)