Tourism and Culture | September 28, 2016 at 12:36 PM post by aiskai (view 1839)

SISA arkeologi ditemukan di area kubur tebing baru Dumoga. Para arkeolog, antara lain menemukan fragmen gerabah, gigi seri, gigi geraham, dan beberapa fragmen tulang di situs tebing itu batu. Meski demikian, penemuan sisa-sisa arkeologi ini hanya ditemukan di beberapa situs kubur batu Dumoga ini.

Seperti diberitakan, di kawasan Taman Nasional Dumoga, tepatnya di desa Toraut Barat, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, ditemukan situs kubur tebing batu, di empat lokasi. Keempat lokasi ini diberi nama situs tebing batu Binuanga, Tumpa, Luod, dan Kosinggolan.

Penelitian pun terus dilakukan di situs kubur tebing untuk mengungkap keberadaan tempat tersebut, sekaligus menyibak kehidupan masa lalu di tanah Totabuan. Penelitian situs ini antara lain sudah dilakukan oleh Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala Makassar pada 1992, kemudian Balai Arkeologi Manado (Sulut) pada tahun 1996,  2012, 2013, 2014, dan 2015, serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo tahun 2014.

Dari penelitian ini, antara lain ditemukan fragmen gerabah (bermotif garis dan polos), gigi seri, gigi geraham, dan beberapa fragmen tulang di situs kubur batu Binuanga. Hanya saja, belum dipastikan apakah tulang yang ditemukan itu, tulang manusia atau hewan. Di situs Binuanga ini pun sebenarnya memiliki 36 lubang kubur batu, namun yang tersisa tinggal 17 lubang, karena lubang-lubang lain sudah runtuh.

Temuan gigi seri (atas) dan gigi geraham (bawah) di kubur tebing batu Binuanga.  (foto BPCB Gorontalo)

Sementara di situs lain, belum ditemukan sisa-sisa arkeologi lain, seperti di situs tebing kubur batu Binuanga. Namun di situs kubur tebing batu lain, terdapat pahatan motif hias, simbol garis seperti manusia atau bulir padi, serta pahatan berbentuk perahu, seperti yang ditemuka di situs kubur tebing batu Luod.

Simbol dalam kubur tebing batu. Ada simbol garis seperti manusia atau bulir padi (kiri) dan pahatan simbol perahu (kanan).  (foto BPCB Gorontalo)

Arkeologi Sulut sendiri, memang masih terus melakukan penelitian di kubur tebing batu ini. Para arkeolog pun masih akan melakukan penggalian di sekitar lokasi situs ini untuk mengungkap lebih lanjut keberadaan kubur tebing batu ini. ‘’Dalam waktu dekat kami akan kembali ke sana untuk melakukan penelitian,’’ kata Azis Nasrullah, arkeolog dari Balai Arkeologi Sulut, sembari menambahkan pada penggalian berikut akan difokuskan pada area bawah sekitar tebing batu itu. (ak)