News Update | September 28, 2016 at 04:11 PM post by aiskai (view 842)

GUBERNUR Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang tampil sebagai narasumber utama dalam Fokus Discussion Menuju Pariwisata Berkelanjutan Sulawesi Utara, yang digelar Bank Indonesia Cabang Sulut bersama salah satu media nasional di Sintesa Peninsula Manado, Rabu (28/9). Membeberkan berbagai hal membangun Sulawesi Utara melalui sektor pariwisata.

‘’Sejak dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Utara, saya melihat APBD kita  sangat kecil, dalam menggerakan roda ekonomi daerah ini, ditambah lagi  Sulut tidak masuk dalam 10 besar destinasi pariwisata nasional. Dalam proses perjalanan sesuah dilantik, saya sering berdiskusi dengan teman-temannya di Jakarta, baik dari di kalangan menteri, pakar marketing Herman Kertajaya, Owner Lion Air Rusdi Kirana hingga Presiden Jokowi. Tidak hanya sampai di situ aaya juga bertemua presiden dan Perdana Menteri China, hasilnya mendapat kesimpulan untuk mendorong majunya daerah Sulut harus melalui pariwisata,’’ kata Olly Dondokambey mengisahkan.

Alasannya, kalau kita dorong sektor pariwisata langsung terlihat perputaran ekonomi masyarakat, beda dengan membangun pabrik, bisa menunggu sampai tiga tahun lamanya baru terlihat hasilnya. ‘’Karena itu Pemprov Sulut sungguh-sungguh mendoring aektor pariwisata ini, agar kedepan Sulut bisa memberi sumbangai nyata bagi perekonomian Indonesia,’’ ujar Olly Dondokambey.

Olly juga mengugkapkan alasan mengapa China menjadi pasar wisata Sulut, karena jarak tempuh dengan negara-negara seperti China, Jepang dan Korea lebih dekat, karena kita berada di bibir Pasifik.

Namun demikian Olly mengakui, datangnya  ribuan turis Tiongkok ini sedikit mengalami kendala dalam pengurusan izin visa dan Imigrasi termasuk pelayanan restoran dan hotel. Olly menyebutkan, guna mengatasi persoalan izin visa Bandara Internasional Sam Ratulangi kini telah menjadi bandara bebas visa, sementara untuk Imigrasi karena petugasnya masih sedikit,  sehingga siang malam mereka berupaya melayaninya. Demikian pula dengan pelayanan restoran masih ada yang kotor, serta pelayan belum memberikan pelayanan yang baik. Sementara hotel semena-mena manaikan harga sehingga membuat turis mengeluh. Gubernur juga menyebutkan, infrastruktur penunjang pariwisata kita masih sangat kurang.

"Ibarat sarang laba-laba saya sudah jualan ke mana-mana, namun infrastruktur wisata kita memang masih kurang, karena yang punya destinasi adalah kota/kabupaten, karena itu Pemprov terus bersinergi untuk membangun fasilitas peninjang pariwisata ini, termasuk meminta bantuan pemerintah pusat guna membantu pariwisata kita di sini," katanya.

Sementara terkait dengan masalah Bunaken, ‘’terus kita bangun, agar para wisatawan yang datang bisa merasa puas dan mau kembali lagi,’’ tandasnya. (hum)