Tourism and Culture | September 29, 2016 at 11:50 AM post by aiskai (view 1972)

TAK hanya kubur tebing batu, di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) ditemukan pula lokasi pemukiman manusia masa lalu. Penemuan situs pemukiman purba ini berada di wilayah bukit Mansiri.

Penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Sulut pada tahun 2011-2013, di sekitar bukit Mansiri ditemukan adanya sisa kehidupan manusia masa lalu. Sementara situs Mansiri itu merupakan tanah lapang yang saat ini digunakan sebagai kebun jagung oleh penduduk setempat.

Hasil ekskavasi yang dilakukan ditemukan adanya fragmen gerabah polos, berhias dan selip merah di lokasi Situs Mansiri. Analisis gerabah yang telah dilakukan nampaknya terdiri dari beberapa bentuk dengan beragam ketebalan serta motif hias. Wadah-wadah yang masih dapat diamati terdiri dari tempayan, periuk, piring dan mangkuk. Diameter tepian terbesar 40 cm dengan ketebalan 16 mm dan yang terkecil 8 cm dengan ketebalan 6 mm. Adapun motif hias gerabah terdiri dari motif hias zigzag, garis titik-titik, lingkaran kecil.

Motif lainnya yaitu dengan jalan menempelkan bahan tanah liat sebelum pembakaran ke sekeliling badan gerabah selanjutnya diberi motif lingkaran atau silang. Seperti yang diteliti Azis Nasrullah tahun 2012, sebagian besar gerabah berslip merah,  ada yang hanya pada sisi luarnya saja dan sebagian (umumnya wadah berukuran kecil) diberi pewarnaan pada kedua sisinya.

Berdasarkan penuturan dari DR. Daud Aris Tanudirdjo (arkeolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) dan DR. Christian Repmeyer (arkeolog dari Australian National University), pola hias gerabah Situs Mansiri mempunyai kesamaan dengan pola hias gerabah yang ditemukan di Filipina dan Taiwan. Berdasarkan hal tersebut, besar kemungkinan penghuni situs-situs yang ada di kawasan TNBNW mempunyai hubungan dengan penduduk dari Filipina dan Taiwan. (irfan/ak)