Tourism and Culture | September 30, 2016 at 04:04 PM post by aiskai (view 981)

Kota Tomohon tak hanya dikenal sebagai kota Bunga yang kemudian rutin menggelar TIFF (Tomohon International Flower Festival) saja. Tapi, Tomohon juga mengoleksi sejumlah destinasi wisata geologikal dan geothermal yang khas. Semuanya pun tersebar di berbagai tempat di kota Tomohon dan relatif mudah dijangkau. Asyiknya lagi, berbagai lokasi geowisata itu pun dijelajahi dalam paket tur satu hari saja.

Tim Expose Manado pun secara khusus merancang paket tur geowisata Tomohon dan kemudian mengunjungi destinasi itu satu per satu. Hasil jelajah geowisata Tomohon ini kemudian disajikan secara bersambung.

Menikmati Tomohon dari ketinggian dpuncak gunung Mahawu. (foto disparbud tomohon)

IYA. Pagi itu, setelah berangkat dari Manado, kami menuju Kota Tomohon, tepatnya ke arah Rurukan. Masih di area perkebunan holtikultura, mobil kemudian berbelok ke kiri menuju jalanan menanjak yang sudah diaspal mulus. Ini jalan menuju Pos Pengamanan Hutan Lindung sebagai ‘pintu masuk’ ke puncak Mahawu, sebagai destinasi pertama menikmati sensasi geowisata di Tomohon.

Jarum jam belum sampai ke posisi 08.30 wita dan kami sudah berada di depan pos pengamanan. Sembari menunggu petugas penjagaan datang, kami masih sempat sarapan nasi kuning yang dibawa dari Manado. Kami sarapan di gazebo dekat pos jaga yang memang disiapkan untuk pengunjung yang ingin rehat.

Setelah menulis di buku tamu, portal pun dibuka, sehingga kendaraan bisa masuk ke areal parkir. Di sini, areal parkir tersedia lumayan luas. Di sekitar pos penjagaan ini, terdapat pula tiga rumah panggung yang disediakan bagi pengunjung yang hendak menginap. Selain itu, ada toilet umum dan beberapa gazebo bagi  mereka yang hendak istirahat sejenak di sini.

Untuk bisa melihat puncak kawah Mahawu, pengunjung sudah dipermudah tangga beton dilengkapi dengan pegangan besi. Setidaknya ada lebih dari 150 anak tangga yang harus ditapaki sebelum sampai ke puncak. Bagi mereka yang ingin istirahat sejenak, terdapat dua shelter ‘lengkap’ dengan gazebo.

Namun bagi mereka yang ingin langsung melenggang ke puncak Mahawu, ternyata hanya butuh 15-20 menit untuk sampai ke atas. Dan ketika sampai di puncak, rasa lelah dan ngos-ngosan bisa langsung hilang seketika melihat keelokan kawah Mahawu. Tiupan angin dingin berpadu dengan bau belerang sangat terasa. Dan inilah sensasi pertama menikmati paket geowisata kota Tomohon.

Melakukan perjalanan wisata di Tomohon, sepertinya memang belum lengkap bila tak mengunjungi puncak kawah gunung Mahawu. Bahkan saat ini, puncak kawah gunung Mahawu, menjadi destinasi wisata favorit di Tomohon. Cukup banyak orang pula datang mengunjungi lokasi ini setiap hari, yang tak sedikit di antara mereka adalah wisatawan mancanegara.

Kawah gunung Mahawu. (foto ais)

Namun perlu diingat, sebelum memilih naik ke puncak Mahawu, sebaiknya dilihat dulu kondisi cuaca. Cuaca cerah memang menjadi pilihan utama, agar bisa melihat banyak  hal dari puncak Mahawu ini. Karena bila kondisi hujan dan berkabut, pengunjung tak bisa melihat hal yang diharapkan di sini. Seorang anggota tim Expose Manado, pernah mengalaminya langsung ketika mengunjungi puncak Mahawu pada saat penghujan dan berkabut (kebetulan waktu itu untuk mengenang  peristiwa banjir besar di Manado dan longsor di Tomohon pada 15 Januari 2014), nyaris tidak terlihat pemandangan ‘apa-apa’ di tempat ini. Kabut menerpa di mana-mana. Bahkan waktu itu, terasa sekali bau belerang sangat menyengat.

Karena itu, sekali lagi, bila hendak  menikmati puncak Mahawu, memilih kesempatan saat cuaca cerah memang menjadi pilihan utama. (bersambung/ak)